Gerak
peluru adalah salah materi yang diajarkan pada kelas XI. Penggunaan gerak
peluru dapat diterapkan dalam melempar bola agar tepat pada sasaran. Gerak
peluru terdiri dari dua gerak, yaitu gerak ke arah horizontal dan arah
vertikal. Pada arah horizontal, gerak yang terjadi adalah gerak lurus
beraturan. Sedangkan pada arah vertikal, gerak lurus berubah beraturan.
Contoh
soal pada gerak peluru adalah, sebuah meriam ditembakan dengan sudut elevasi
teta dan kecepatan awal V0. Dimisalkan besar teta adalah 30o dan V0
adalah 100 m/s. Maka untuk menghitung kecepatan awal pada arah vertikal atau
V0y digunakan persamaan;
V0y = V0 * cos (teta)
Sedangkan untuk
menghitung kecepatan pada arah horizontal atau V0x digunakan persamaan;
V0x = V0 * sin (teta)
Pada
Microsoft Excel misalkan besar V0, 100, dimasukan pada kolom A5 dan besar teta,
30, pada kolom B5. Maka kita perlu menghitung sin (teta) dan cos (teta). Untuk
cos (teta) dimasukan pada kolom C5 dan sin (teta) pada kolom D5. Pada kolom C5,
kita masukan fungsi
=cos(B5*pi()/180)
Pada kolom C5 kita
memasukan fungsi cos(n) dan pada kolom D5 kita masukan fungsi sin (n). Karena
teta adalah derajat dan excel menganggap teta sebagai radian, kita tambahkan
pada kedua fungsi tersebut (n*pi()/180) agar terbaca oleh excel sebagai
derajat.
Kemudian, kita dapat
menghitung V0x pada kolomE5 dengan memasukan fungsi;
= A5*C5
Dan Voy pada kolom F5
dengan memasukan fungsi;
= A5*D5.
Demikian perhitungan
gerak peluru dengan menggunakan microsoft excel bagian 1. Semoga bermanfaat
untuk kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar