Sabtu, 11 Januari 2014

Aplikasi Persamaan Kuadrat: Menghitung Posisi pada GLBB dengan Excel

Salah satu aplikasi penggunaan persamaan kuadrat dalam fisika adalah menghitung posisi pada gerak lurus berubah beraturan. Seperti yang diketahui pada persamaan posisi gerak lurus berubah beraturan terdapat besaran percepatan (a), kecepatan awal (v0), posisi awal (x0) dan waktu.
 
Dari persamaan di atas, kita harus menentukan nilai besaran percepatan, kecepatan awal, posisi awal dan waktu.

Pada gambar di atas, nilai percepatan dimasukan pada kolom D7, nilai kecepatan awal pada kolom D8, posisi awal pada kolom D9, dan waktu pada kolom D10. Pada kolom D11 kita masukan persamaan,
[ =(1/2*D7*D10^2)+D8*D10+D9 ]
Maka posisi benda akan muncul pada kolom D11. Semoga bermanfaat ^_^

Jumat, 03 Januari 2014

Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Excel

Persamaan kuadrat sering dijumpai pada pelajaran matematika atau fisika, contohnya adalah menghitung posisi benda pada gerak lurus berubah beraturan. Ada berbagai cara untuk menyelesaikan persamaan kuadrat. Salah satu penyelesaian persamaan kuadrat yang dapat digunakan pada excel adalah rumus ABC.

Persamaan Kuadrat

 Persamaan ABC

Penyelesaian persamaan pada program EXCEL, kita masukan nilai A, B, C terlebih dahulu. Pada gambar di bawah nilai a dimasukan pada kolom B6, nilai b dimasukan pada kolom B7 dan nilai c dimasukan pada kolom B8.  

Gambar tampilan EXCEL untuk penyelesaian persamaan kuadrat

Setelah kita hitung nilai diskriminan pada kolom B11. Kita masukan persamaan untuk menghitung diskriminan pada kolom B11 dengan perintah
[ =B7^2-4*B6*B8 ]
Maka akan muncul nilai diskriminan pada kolom B11.
 
Hasil penyelesaian persamaan kuadrat pada gambar di atas akan muncul pada kolom B14 dan B15. Apabila nilai diskriminan bernilai negatif, persamaan kuadrat tidak dapat diselesaikan. Untuk mendapatkan nilai x1 pada kolom B14 kita masukan perintah logika
[ =IF(B11<0; "Tidak dapat diselesaikan";(-B7-SQRT(B11))/(2*B6)) ]
Dan untuk mendapatkan nilai x2 pada kolom B15, kita masukan perintah logika
[=IF(B11<0; "Tidak dapat diselesaikan";(-B7+SQRT(B11))/(2*B6)) 
 Selesailah sudah kita menyelesaikan persamaan kuadrat dengan menggunakan EXCEL, semoga bermanfaat.

Rabu, 01 Januari 2014

Sejarah Meter

Sejarah Meter

Dalam fisika kita mempelajari satuan dan besaran. Salah satu satuan besaran yang digunakan adalah "meter". Untuk mengukur panjang kita menggunakan satuan "meter", mengukur tinggi, kita juga menggunakan "meter", mengukur kedalaman kolam renang juga menggunakan satuan "meter". Namun sedikit dari kita yang mengetahui sejarah meter.

Pada tahun 1120 Raja Inggris menentukan standar panjang pada negaranya yang dikenal dengan nama "yard" dan ukurannya setara dengan jarak dari ujung hidungnya hingga ujung tangannya. Hal ini juga terjadi pada satuan "foot", yang menggunakan panjang kaki Raja Perancis, Raja Louis XIV. Standar ini diberlakukan hingga tahun 1799, ketika standar panjang di Perancis menjadi meter, yang diukur dari satu per sepuluh juta jarak dari garis equator hingga kutub utara yang melalui paris.
 
Banyak sistem pengukuran panjang yang dikembangkan selama bertahun-tahun, namun yang sering digunakan adalah sistem Perancis karena dapat digunakan dalam beberapa negara dan dalam lingkungan ilmiah dimanapun. Pada tahun 1960, satuan meter didefinisikan jarak antara dua garis dalam batang platinum-iridium yang tersimpan dalam keadaan terkontrol di Prancis. Standar ini telah ditinggalkan dengan beberapa alasan, salah satunya adalah akurasi jarak pemisah antar garis dalam batang yang tidak dapat dihitung dalam kebutuhan sains dan teknologi saat ini. Pada tahun 1960an dan 1970an, meter didefinisikan sebagai 1 650 763.73 kali panjang gelombang dari cahaya merah-oranye lampu krypton-86. Pada tahun 1983, meter didefinisikan ulang sebagai jarak tempuh cahaya pada daerah vakum dengan waktu 1/299 792 458 detik.

keterangan gambar:
Batangan standar Purwarupa Meter Internasional terbuat dari platinum-iridium. Batangan ini digunakan sebagai standar sampai tahun 1960, dimana sistem SI yang baru menggunakan pengukuran spektrum krypton sebagai dasarnya. Pada tahun 1983, satuan meter yang berlaku didefinisikan dengan hubungannya terhadap kecepatan cahaya di ruang hampa. (http://id.wikipedia.org/wiki/Meter)

sumber:
Halliday, Resnick, Walker, Fundamentals of Physics
http://rohadi.guru-indonesia.net/artikel_detail-15966.html